Yz Arts
Info Unik, download, Tips & Trik . . .
Monday, February 13, 2012
Perbedaan Teknologi Informasi, Teknik Informatika dan Sistem Informasi
Monday, September 19, 2011
Tips agar mata tak cepat lelah saat bekerja di depan komputer/laptop
Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC atau notebook, baik itu untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Sebagai akibat dari serangkaian aktifitas tersebut maka mata dapat menjadi cepat lelah dan migrain pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.
berikut ini adalah beberapa tips menyiasati mata lelah, saat berada di depan monitor:
1. Jaga jarak pandang dari monitor.
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.
Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.
2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.
Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.
3. Atur monitor setting
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.
Misal settingan seperti, ‘text’ atau ‘internet’ akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan ‘game’ atau ‘movie’ akan terlihat lebih terang saat digunakan.
4. Gunakan kacamata anti radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.
Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.
5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.
6. Lakukan pemijatan di seputar area mata
Hal ini baik untuk dilakukan. Caranya adalah dengan melakukan pemijatan halus di seputar alis dan dahi dengan gerakan memutar. Lakukan dengan sentuhan jari-jari anda dengan perlahan. Dengan melakukan pemijatan, maka mata lelah akan dapat kembali segar.
source: http://anehbinunik.blogspot.com/2009/10/5-tips-menghindari-mata-lelah-di-depan.html Read More......
Tuesday, August 30, 2011
Sikapi Perbedaan Lebaran Dengan Ukhwah Islamiyah
LAGI, Penetapan 1 Syawal atau Idul Fitri terjadi perbedaan. Sebagian besar Ormas Islam, termasuk ilmuan dan dilengkapi peralatan canggih, memutuskan dan menetapkan bahwa 1 Syawal 1432 Hijriyah jatuh pada hari Rabu (31/8/2011). Keputusan ini merupakan hasil sidang itsbat (penetapan) 1 Syawal 1432 Hijriyah, yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali, di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (29/8) malam. Sedangkan PP Muhammadiyah, sejak awal sudah mempublikasikan bahwa 1 Syawal 1432 Hijriyah jatuh pada hari Selasa (30/8).
Pertanyaannya adalah, kenapa umat Islam tidak kompak menentukan awal bulan Syawal maupun awal Ramadhan, Sering terjadi perbedaan. Bahkan ada pula yang sudah menunaikan Salat Idul Fitri lebih dahulu, seperti pengikut naqsabandiyah di Sumatera Barat, padahal sidang itsbat belum dilaksanakan. Lalu, kenapa perserta sidang itsbat, yang notabenenya utusan Ormas Islam tidak bisa membatalkan keputusan tanpa melalui sidang? Meski kedua-duanya memiliki dasar (dalil) yang kuat dan sah. Namun, selama hisab (hitungan) dan rukyat (melihat anak bulan–hilal), tidak memiliki kriteria yang sama, tentu ke depan akan terjadi lagi perbedaan-perbedaan, sebab dua mathode yang tidak dipadukan atau didasari kepentingan umat dan berhubungan erat dengan ibadah.
Tanpa banyak mempersoalankan perbedaan, tapi muncul subtansi yang mendasar, yakni umat Islam khususnya Indonesia dituntut mengedepankan ukhwah Islamiyah dalam menyikapi suatu perbedaan. Jangan sampai perbedaan itu memecahbelah kekuatan dan persatuan, namun hendaknya menjadi modal dasar untuk memperkuat keimanan dan menambah wawasan keilmuan.
Perbedaan penetapan Idul Fitri ini hendaknya menjadi introspeksi bagi umat Islam Indonesia. Dengan artian, tidak memaksakan kehendak dalam satu pendapat, namun harus mempertimbangkan berbagai aspek lainnya. Yang jelas, perbedaan ini akan menjadi rahmat, apabila disikapi dengan ukhwah Islamiyah. Sebab, umat Islam tidak hanya toleransi kepada pemeluk agama lain, namun sesama umat Islam juga dituntut untuk menghargai pendapat lain. Tidak saling menyalahkan antar satu dengan yang lain, akan tetapi perbedaan itu menjadi satu kekuataan, seperti ada yang baca qunut saat Salat Subuh, ada tahlilan dan ada pula yang memperingati Maulid dan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dengan catatan, ke depan Ormas Islam Indonesia, ilmuan, pemerintah hendaknya dapat menjembatani hal-hal seperti ini. Minimal membuat kriteria yang sama dalam penentuan awal Syawal atau Ramadhan. Insya Allah, perbedaan-perbedaan dalam penetapan awal puasa dan Lebaran, tidak terjadi lagi. Posisi pemerintah harus ditempatkan sebagai ulil amri, yang semuanya harus mematuhi keputusan pemerintahnya, apalagi peserta sidang juga berasal dari Ormas Islam, kenapa ada yang tidak mematuhi hasil keputusan bersama. Hanya Allah SWT yang mengetahui…
source : www.poskota.co.id
apa yang terjadi saat kita tidur...?
Tidur Tenang atau Non-REM
Selama siklus tidur kita akan mengalami 2 macam keadaan tidur yaitu keadaan tidur tenang dan keadaan tidur aktif. Tidur tenang sering dikenal dengan istilah tidur NREM atau Non-REM (No Rapid Eye Movement atau Tidak Ada Gerakan Mata yang Cepat).
Saat tidur tenang atau NREM atau Non-REM, tubuh seseorang akan mengalami kegiatan yang tenang. Denyut nadi, pernapasan dan tekanan darah tubuh akan bergerak lebih tenang dan teratur. Ini adalah proses di mana tubuh memulihkan tubuh. Otot-otot, kelenjar tubuh dan susunan tubuh diperbaiki. Zat-zat yang tidak berguna akan dibuang dari tubuh. Pada saat tidur tenang juga terjadi penggabungan protein-protein yang akan digunakan pada saat tidur aktif.
Pada keadaan tidur tenang atau NREM atau Non-REM, seseorang akan mengalami 4 tahap. Berikut ini tahapan yang terjadi ketika Anda mulai tertidur.
- Tidur Ringan
Saat pertama kali seseorang mulai tertidur, Anda memasuki tahap pertama di mana Anda mengalami tidur ringan atau tidur dangkal, di mana otot tubuh akan mengendur dan gelombang otak akan bergerak tidak beraturan. Pada tahap ini biasanya dimulai ketika Anda mengantuk dan tertidur. Tahap pertama berlangsung selama 30 detik sampai 7 menit pertama tidur Anda.
- Tidur Sebenarnya
Selanjutnya, Anda akan memasuki tahap kedua yaitu tidur sebenarnya, di mana gelombang otak membesar, pecahan-pecahan pikiran dan gambar-gambar mungkin bermunculan dan bergerak di pikiran kita tetapi kita tidak menyadarinya, bahkan Anda sudah tidak sadar dengan keadaan di sekeliling Anda. Tahap kedua berlangsung selama 20 persen dari seluruh waktu tidur Anda.
- Tidur Lebih Pulas
Tahap ketiga tidur Anda semakin lelap. Pada tahap ini, tubuh Anda mulai sulit dibangunkan karena sudah terlelap.
- Tidur Terpulas
Tahap keempat merupakan tahap tidur paling pulas. Pada tahap ini, otak memproduksi gelombang besar, sebagian besar darah dialirkan ke otot, terjadi pemulihan dan perbaikan fungsi tubuh. Hormon pertumbuhan dihasilkan dan terjadi proses pertumbuhan berlangsung pada tahap ini. Tahap ketiga dan keempat berlangsung selama 50 persen dari seluruh waktu tidur kita.
Jika saat tertidur, kita tidak bisa memasuki tahap ketiga dan keempat, maka kemungkinan besar saat terbangun kita akan merasa letih bahkan bisa depresi.
Selesai memasuki tahap keempat, Anda akan mengalami tahap pertama kembali, memasuki tahap kedua dan seterusnya. Siklus ini akan berulang beberapa kali. Pada umumnya pengulangan siklus ini berlangsung selama 3 sampai 5 kali. Lamanya 1 kali siklus membutuhkan waktu sekitar 90 sampai 110 menit.
Tidur Aktif atau REM
Setiap siklus tidur tenang atau NREM akan diakhiri dengan tidur aktif atau REM (Rapid Eye Movement atau Gerakan Mata Cepat). Kebalikan dari tidur tenang, denyut nadi, pernapasan, tekanan darah dan aktivitas lainnya berlangsung dengan lebih aktif, cepat dan tidak teratur. Darah dialirkan ke otak dan gelombang otak. Anda dapat melihat seseorang mengalami periode saat saat melihat tonjolan mata bergerak ke kiri dan ke kanan karena memang pada tidur REM, mata bergerak cepat ke kiri dan ke kanan.
Pada saat tidur aktif atau REM inilah seseorang mengalami mimpi yang sebagian besar tidak akan diingat pada saat bangun dari tidur. Anda juga mengalami imobilitas yaitu tidak dapat menggerakkan otot-otot Anda. Hal ini yang berguna agar Anda tidak bergerak sesuai mimpi Anda sehingga membahayakan Anda. Biasanya seseorang mengalami mimpi kira-kira setiap 90 menit sekali dalam sebuah siklus tidur.
Periode tidur aktif berlangsung selama 25 persen dari keseluruhan periode tidur kita. Pada saat tidur aktif atau REM, tubuh memulihkan fungsi-fungsi tertentu dari otak dan juga memperbaiki mental. Pada saat ini pikiran akan memilih, mengolah, mengorganisasi, menghapus hal-hal yang tidak penting dan menyimpan keterangan yang dialami pada hari sebelumnya seperti saat seseorang merekam film dan akan mempersiapkan otak dan pikiran untuk menerima keterangan baru esok harinya. Saat tidur aktif, otak akan menghapus memori jangka pendek atau data tidak penting dan mempertahankan ingatan jangka panjang. Inilah yang membuat setelah tidur, pikiran terasa lebih segar karena tersedia lebih banyak memori otak untuk digunakan lagi.
Selain itu, selama Anda tertidur, tubuh menghasilkan sel T yang akan melawan patogen atau bibit penyakit. Dan saat tertidur, tubuh juga menghasilkan hormon leptin untuk mengatur nafsu makan.
Agar tubuh merasakan manfaat baik dari tidur, seseorang harus mengalami semua proses tidur tersebut dan dalam waktu yang cukup. Jika kita kurang tidur, akan sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, dan kosa kata, penurunan kesanggupan berpikir analitis, dan kehilangan kreativitas. Bahkan kurang tidur bisa meningkatkan kekhawatiran dan depresi. Maka, berupayalah agar Anda cukup tidur setiap hari dan rasakan manfaatnya.
source : kumpulan.info Read More......





